Analisis Penentuan Lokasi Optimal Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum dan Keterjangkauannya Menggunakan Pendekatan Sistem Informasi Geografis dan Machine Learning di Kota Bandar Lampung
Keywords:
SPKLU, BUFFER, Analisis Spasial, Multi-Layer Perceptron, Lokasi OptimalAbstract
Pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat, namun ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) masih terbatas. Di Kota Bandar Lampung hanya terdapat 10 SPKLU yang sebagian besar terkonsentrasi di pusat kota, sehingga wilayah pinggiran belum terlayani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi optimal pembangunan SPKLU serta mengevaluasi keterjangkauan layanannya melalui analisis spasial. Metode penelitian menggabungkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan algoritma Multi-Layer Perceptron (MLP). Analisis mempertimbangkan tiga parameter utama, yaitu kedekatan dengan permukiman (shared residential), jalan utama (en-route), dan pusat aktivitas (destination). Model MLP menghasilkan peta area optimal di wilayah pusat maupun luar kota, sedangkan analisis buffer digunakan untuk menilai jangkauan pelayanan SPKLU eksisting. Hasil penelitian menunjukkan dua keluaran utama, yaitu peta sebaran lokasi optimal dan 51 titik SPKLU baru yang direkomendasikan di seluruh wilayah Kota Bandar Lampung. Sebaran tersebut menunjukkan pemerataan infrastruktur dengan minimal dua titik di setiap kecamatan, mencakup area permukiman padat, kawasan pendidikan, jalur transportasi utama, serta zona kegiatan ekonomi. Analisis buffer memperlihatkan bahwa jangkauan pelayanan SPKLU optimal telah mencakup hampir seluruh wilayah dengan radius rata-rata di bawah 2,5 km, sehingga akses masyarakat terhadap fasilitas pengisian daya meningkat secara signifikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemerataan infrastruktur energi bersih untuk mendukung transisi menuju sistem transportasi rendah emisi di perkotaan.
