KAJIAN PASCA LONGSOR TEBING JALAN DAN METODE PENANGANANNYA
Keywords:
Dinding penahan tanah, Finite Element Method , Limit Equilibrium Method, Mini pile, Sheet pile, Stabilitas lerengAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi penyebab kelongsoran serta merancang metode penanganan yang efektif pada ruas Jalan Lahat-Simpang Mio. Berdasarkan investigasi geoteknik, area tersebut didominasi oleh lima lapisan tanah lempung dengan karakteristik dari lunak hingga keras, dimana pemicu utama instabilitas adalah geometri lereng yang curam, kondisi tanah dasar yang buruk, dan kenaikan muka air tanah akibat curah hujan tinggi. Analisis awal pada kondisi eksisting menggunakan Limit Equilibrium Method (LEM) dan Finite Element Method (FEM) mengindikasikan kondisi lereng tidak aman dengan nilai Safety Factor (SF) statis berkisar 1,2 dan dinamis mendekati 1,0, disertai penurunan jalan mencapai 13,037 cm. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, dua alternatif perkuatan dievaluasi, yaitu Dinding Penahan Tanah (DPT) kombinasi Mini pile dan penggunaan sheet pile. Simulasi permodelan dilakukan melalui tahapan konstruksi (staged construction) untuk memastikan keamanan di setiap fase pengerjaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua metode perkuatan mampu memenuhi kriteria keamanan SNI 8460:2017. Perkuatan DPT + Mini pile menghasilkan SF statis maksimum 1,571 dan dinamis 1,162, sedangkan sheet pile mencapai SF statis 1,572 dan dinamis 1,188. Selain peningkatan stabilitas yang signifikan, kedua metode berhasil meminimalkan deformasi jalan menjadi 7,827 cm. Oleh karena itu, kedua desain perkuatan dinilai layak dan direkomendasikan sebagai solusi teknis rehabilitasi lereng pasca longsor di wilayah tersebut.
