Aplikasi Teknologi Torefaksi Dalam Pengolahan Limbah Kelapa Muda Menjadi Biochar: Studi Kasus Bandar Lampung
Keywords:
Biochar, Energi terbarukan, Kelapa muda, Limbah, TorefaksiAbstract
Kota Bandar Lampung menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, terutama sampah organik, yang mencakup limbah dari sektor pertanian, rumah tangga, dan UMKM. Limbah kelapa muda adalah salah satu jenis limbah yang melimpah tetapi belum dimanfaatkan secara mkasimal. Teknologi torefaksi dapat mengonversi limbah kelapa muda menjadi biochar, yang berfungsi sebagai sumber energi terbarukan, penyubur tanah, serta penyerap polutan. Studi ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses torefaksi pada limbah kelapa muda dengan variasi parameter temperatur dan waktu tinggal. Tujuan penelitian jangka panjang adalah mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Bakung dan menyediakan energi alternatif terbarukan dari limbah kelapa muda. Target khusus yang ingin dicapai adalah mendapatkan parameter optimal proses torefaksi dan karakteristik biochar yang dihasilkan, serta menguji potensi biochar sebagai bahan bakar alternatif dan penyubur tanah. Proses torefaksi terbukti mampu meningkatkan kualitas energi limbah kelapa secara signifikan, ditandai dengan naiknya nilai kalor hingga mencapai 5977 kkal/kg, meskipun disertai penurunan mass yield akibat dekomposisi hemiselulosa dan selulosa pada suhu tinggi. Energy yield menunjukkan performa terbaik pada kondisi 30 menit dan 275°C dengan nilai 93%, sehingga kondisi ini dianggap paling optimal karena menghasilkan nilai kalor tinggi, mass yield yang masih moderat, dan efisiensi energi terbaik. Sementara itu, meskipun suhu 300°C menghasilkan nilai kalor tertinggi, besarnya kehilangan massa dan energi membuat kondisi tersebut kurang layak untuk aplikasi industri yang menuntut efisiensi teknis dan ekonomis.
