Pengaruh Konsentrasi Mikroorganisme pada Proses Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit Singkong (Manihot esculenta) Menggunakan Metode SSF (Simultaneous Sacharification and Fermentation) dengan Enzim StargenTM 002, Enzim Selulase, Saccharomyces cerevisiae
Abstract
Penelitian pembuatan bioethanol ini menggunakan bahan baku limbah kulit singkong (Manihot Esculenta) dengan menggunakan metode SSF (Simultaneous Sacharification and Fermentation) dengan variasi jumlah mikroorganisme saccharomyces cerevisiae dengan zymomonas mobilis (5%:5%, 5%:10%, 10%:5%, dan 10%:10%) w/v. yang difermentasikan selama 13 hari. Dilakukan analisa gula reduksi dengan menggnakan metode DNS (Dinitrosalycilid acid), kemudian analisa jumlah sel dilakukan dengan menggunakan counting chamber, dan analisa kadar ethanol dengan menggunakan GC (Gas Chromatography). Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar ethanol tertinggi berada pada jumlah mikroorganisme saccharomyces cerevisiae dengan zymomonas mobilis 5% : 10% (w/v) dengan waktu lama fermentasi selama 12 hari dengan konsenterasi ethanol yang didapatkan sebesar 10,91%, dengan hasil perhitungan jumlah sel tertinggi sebanyak 24,5 x 106 sel/mL pada hari ke-9. Kemudian hasil analisa gula reduksi pada hari pertama didapatkan nilai sebesar 22,9 gram/mL.
