Pendekatan Geospasial Menggunakan LiDAR dan Drone untuk Mitigasi Risiko pada Koridor Jalur SUTT 150 kV

Authors

  • Fajri Yanto Engineering Faculty of Lampung University

Keywords:

Drone, LiDAR, Point Clouds, Rule-Based Classification, SUTET

Abstract

Listrik adalah kebutuhan pokok yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan listrik, dibangun sistem jaringan terpadu Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Namun, pembangunan jalur SUTT dan SUTET tidak selalu di kawasan bebas hambatan, seperti di wilayah perkotaan. Pemantauan jalur SUTT dan SUTET masih menjadi tantangan karena sulitnya akses dan panjangnya jalur. Oleh karena itu, pemantauan rutin sangat diperlukan guna memastikan jalur bebas dari potensi gangguan. Perkembangan teknologi seperti LiDAR dan citra Drone menjadi solusi untuk melakukan pemantauan jalur SUTT dan SUTET. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi objek bahaya SUTT 150 kV dengan menggunakan pendekatan geospasial berbasis LiDAR dan Citra Drone serta kajian mitigasinya. Metode yang digunakan adalah Rule Based Classification untuk mengklasifikasikan objek sesuai dengan parameter jarak bebas berdasarkan SNI 04-6918-2002. Dengan memanfaatkan data point clouds hasil dari perekaman LiDAR dan point clouds hasil dari ekstraksi citra foto udara dengan UAV/Drone. Setelah diklasifikasi point clouds LiDAR dan Citra Drone dilakukan identifikasi objek bahaya yang melewati batas aman berada di sekitar jalur/koridor transmisi listrik serta tindakan mitigasi ke depannya. Hasil identifikasi objek bahaya data point clouds LiDAR diperoleh 4 objek bahaya terdeteksi sebagai medium vegetation. Objek bahaya 1 pada ketinggian 2,50 m, objek bahaya 2 pada ketinggian 1,53 m, objek bahaya 3 pada ketinggian 2,26 m, dan objek bahaya 4 pada ketinggian 4,91 m. Efektivitas LiDAR lebih unggul dalam mengidentifikasi objek bahaya dan memvisualisasikan struktur tower secara detail. Namun, dari segi efisiensi biaya operasional, waktu, dan kebutuhan tenaga ahli, citra foto Drone oblique memiliki kelebihan dibandingkan dengan LiDAR. Secara umum dapat disimpulkan bahwa pajanan medan elektromagnetik yang berasal dari SUTT dan SUTET 500 kV berisiko menimbulkan gangguan kesehatan pada penduduk.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-05-12

How to Cite

Yanto, F. (2026). Pendekatan Geospasial Menggunakan LiDAR dan Drone untuk Mitigasi Risiko pada Koridor Jalur SUTT 150 kV . Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung, 8, 165–173. Retrieved from https://sinta.eng.unila.ac.id/prosiding/index.php/ojs/article/view/233

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.