Identifikasi telur fertile dan infertile berbasis suhu

Authors

  • T Muthia
  • SR Sulistiyanti
  • FXA Setyawan
  • A Yudamson
  • YE Putra

Keywords:

Evaluasi, Struktur

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang daya tetas telur berdasarkan suhu. Daya tetas telur merupakan faktor penting dalam industri penetasan telur. Namun, faktor terpenting adalah memastikan bahwa telur yang ditempatkan di inkubator benar-benar telur yang subur. Deteksi telur yang tidak subur dan tidak dapat menetas akan meningkatkan produktivitas dan menguntungkan, karena menghemat ruang, biaya, dan mencegah kontaminasi bakteri pada telur. Tingkat keberhasilan pada penetasan telur dapat ditingkatkan dengan memilih dan memisahkan antara telur berembrio (fertile) dengan telur yang tidak berembrio (infertil). Pada umumnya untuk mengetahui kesuburan telur dilakukan proses peneropongan (candling). Faktor kelelahan dan kesalahan penglihatan para pekerja pada proses peneropongan menjadi masalah utama, karena mereka harus memeriksa ratusan bahkan ribuan telur per hari. Selain masalah sumber daya manusia dan kapasitas, sisa telur yang tidak subur di dalam inkubator mungkin telah terkontaminasi bakteri, dan akibatnya telur membusuk dan melapaskan gas tertentu ke lingkungan sehingga membuat situasi menjadi bermasalah bagi telur berembrio. Sistem identifikasi karakteristik ini dibuat untuk mengikuti perkembangan teknologi dan informasi yang berkembang pesat. Pada penelitian ini digunakan kamera termal sebagai media pengukur suhu telur, dan identifikasi kesuburan telur. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan telur infertile mempunyai suhu yang lebih kecil dari 35°C, sedangkan telur fertile mempunyai suhu antara 35°C—36°C.

Published

2021-12-14

Issue

Section

Articles