Identifikasi keberadaan rongga bawah permukaan menggunakan metode very low frequency di daerah karst desa monggol, gunungkidul

Authors

  • MD Frisca
  • IK Dewi
  • Yatini Yatini

Keywords:

Very Low Frequency, Elektromagnetik, Rongga, Tilt Ellips

Abstract

Daerah karst diketahui memiliki banyak gua dan banyak terdapat sungai atau perairann bawah permukaan. Salah satu permasalahan di daerah karst yaitu kekeringan. Sebagian besar air di kawasan karst tersimpan di bawah permukaan, dan hanya sebagian kecil yang dapat dimanfaatkan secara langsung. Desa Monggol merupakan salah satu daerah yang mengalami kondisi kekeringan karna daerahnya yang memiliki struktur geologi mayoritas karst. Penyebaran geologi karst yang kompleks ini sangat menarik untuk dilakukan penelitian. Penelitian geofisika dengan menggunakan metode Elektromagnetik Very Low Frequency (VLF) di Desa Monggol, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul Yogyakarta. Data yang diperoleh merupakan data sekunder yang terdiri dari 2 lintasan, dengan panjang lintasan sekitar 2000 meter. Data yang didapat dari pengukuran lapangan berupa nilai tilt (%) dan ellips (%). Kemudian diolah menggunakan software Surfer untuk mendapatkan penampang bawah permukaan secara 2D. Nilai tilt digunakan untuk mendapatkan respon nilai konduktivitas untuk mengetahui keberadaan rongga bawah permukaan. Berdasakan informasi geologi, daerah penelitian ini didominasi oleh batuan karbonat yang terdiri dari batugamping berlapis dan batugamping terumbu. Dari hasil pengolahan dan interpretasi ke 2 lintasan dapat diketahui bahwa litologi batugamping yang terdapat keberadaan rongga yang terisi air mempunyai nilai konduktivitas yang tinggi, dan persebaran rongga cenderung dari arah Timur laut-Barat Daya serta pada kedalaman rata-rata 50 meter.

Published

2021-12-14

Issue

Section

Articles